Mengungkap Misteri Kupu-Kupu

SERIAL DISKUSI NUSANTARA KE- 80

Mengungkap Misteri Kupu-Kupu

Kupu-kupu merupakan salah satu serangga yang terkenal dengan keindahan sayapnya yang berwarna cerah dan menarik. Filosofi yang bisa diambil dari proses metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu adalah segala sesuatu yang semula dianggap sebelah mata dan buruk bisa berproses menjadi hal yang lebih baik dan bermanfaat. Banyak sekali hal menarik yang dapat dipelajari dari kupu-kupu antara lain, perbedaan antara kupu-kupu dengan ngengat, karakter dari masing-masing spesies kupu-kupu yang ada di dunia, kupu-kupu sebagai indikator kondisi lingkungan dan lebih dalam tentang kehidupan kupu-kupu.

Kupu-kupu dan ngengat berasal dari ordo yang sama yaitu Lepidoptera. Lepidoptera berasal dari dua kata yaitu lepidos yang berarti sisik dan ptera yang berarti sayap sehingga lepidoptera merupakan serangga yang memiliki sayap yang terdiri dari sisik. Sisik yang dimaksudkan disini adalah rambut halus yang bertumpuk. Dari 155.000 spesies lepidoptera 12% diantaranya adalah kupu-kupu dan 88% lainnya adalah ngengat. Kupu-kupu dan ngengat dapat dibedakan dari posisi sayap, produksi scale, waktu beraktifitas dan juga warna. Saat beristirahat kupu-kupu memposisikan sayapnya secara vertical atau sampai kedua sayapnya bertemu sedangkan ngengat memposisikan sayapnya secara horisontal atau datar. Produksi sisik atau scale pada kupu-kupu lebih sedikit dibandingkan dengan ngengat. Scale merupakan metamorfosis rambut pada ulat bulu, oleh karena itu kebanyakan ngengat berasal dari ulat bulu. Kebanyakan kupu-kupu beraktifitas pada siang hari atau diurnal karena kupu-kupu membutuhkan sinar matahari untuk beraktifitas,sedangkan ngengat lebih sering beraktifitas dimalam hari atau nocturnal . Mayoritas kupu-kupu berwarna menarik dan cerah berbeda dengan ngengat yang mayoritas berwarna suram dan gelap.

Kupu-kupu tidak hanya memiliki peran sebagai indikator lingkungan tetapi juga memberikan inspirasi bagi perkembangan teknologi. Sebagian besar kupu-kupu yang berwarna cerah merupakan indikator lingkungan khususnya kondisi udara yang bersih namun terdapat beberapa kupu-kupu yang cenderung berwarna kusam yang dapat digunakan sebagai indikator bahwa lingkungan tersebut tercemar. Warna kusam pada kupu-kupu tersebut merupakan bentuk adaptasi dari kupu-kupu di habitat mereka hidup. Bentuk bagian tubuh kupu-kupu menjadi inspirasi dari beberapa perkembangan teknologi seperti warna sayap kupu-kupu yang menjadi inspirasi untuk bahan tekstil yang elegan dan susuan scale yang bertumpuk menjadi inspirasi terciptanya alat menyerap energi surya.

Siklus hidup dari kupu-kupu adalah holometabola atau kelompok serangga yang menggalami memorfosis sempurna. Kupu-kupu melalui proses dari telur lalu berubah menjadi ulat kemudian menjadi kepompong lalu bermetamofrosis menjadi imago. Waktu yang dibutuhkan dari telur sampai imago berkisar antara 30-50 hari bergantung pada kondisi alam. Salah satu sumber mineral kupu-kupu adalah nektar dari tanaman inangnya. Pada saat menghisap nektar kupu-kupu juga membantu tanaman inangnya untuk melakukan polinasi atau penyerbukan. Sumber mineral yang dicari kupu-kupu tidak hanya berasal dari nektar bunga saja tapi juga berasal dari kotoran dan bangkai hewan.

Dari 155.000 spesies kupu-kupu terdapat 6 spesies yang sering ditemui. Pertama, Riodinidae sp. dengan jumlah spesies sebanyak 1.200 di dunia dan 50 di Indonesia, berukuran kecil hingga sedang dan sebagian besar spesies famili ini berada di Amerika Selatan. Kedua adalah spesies Papiliodinidae sp. dengan jumlah spesies sebanyak 572 di dunia dan 120 di Indonesia., berukuran dari sedang hingga besar dan pada umumnya memiliki warna cerah merah, kuning, hijau, dan kombinasi hitam dan putih. Ketiga adalah spesies Pieridae sp. dengan jumlah spesies sebanyak 1.100 di dunia dan 250 di Indonesia, pada umumnya berwarna putih, kuning danĀ  beberapa berwarna oranye dengan spot hitam atau merah dan memiliki ukuran tubuh kecil hingga sedang. Keempat adalah spesies Hesperiidae sp. dengan jumlah spesies sebanyak 3.500 di dunia, dan 300 di Indonesia, ukuran tubuh tergolong kecil namun relatif bertubuh tebal dan bersisik banyak, serta umumnya berwarna coklat dan terdapat bercak putih mirip ngengat. Kelima adalah spesies Lycaenidae sp dengan jumlah spesies sebanyak 4.000 di dunia dan 600 di Indonesia dan berukuran kecil dengan warna sayap biru, ungu, oranye dengan bercak metalik hitam dan putih. Keenam adalah spesies Nympphalidae sp. dengan jumlah spesies sebanyak 6.500 di dunia dan 650 di Indonesia, umumnya berwarna coklat, oranye, kuning, dan hitam dengan ukuran tubuh kecil hingga sedang. Spesies Nympphalidae sp. merupakan spesies yan paling banyak dalam famili Kupu-kupu.

Hampir semua tipe habitat dapat menjadi tempat tinggal bagi kupu-kupu, antara lain kebun,taman, hutan primer, hutan sekunder, tepi sungai dan habitat lainnya yang ditumbuhi oleh tanaman inang kupu-kupu. Tepi sungai menjadi habaitat yang penting karena pada umumnya banyak ditumbuhi tanaman inang kupu-kupu dan merupakan jalur lintasan penyeberangan untuk kupu-kupu. Layaknya semua makhluk hidup di bumi,kupu-kupu juga memiliki masalah yaitu kelangkaan hingga kepunahan. Sebagian besar penyebab dari punahannya kupu-kupu antara lain penangkapan secara berlebihan, perusakan habitat dan pemanasan global. Sejauh ini kupu-kupu menjadi salah satu serangga yang sering diburu oleh manusia terutama jenis kupu-kupu yang langka karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pembangunan yang menyebabkan berkurangnya tanaman inang dan habitat kupu-kupu untuk hidup dan berkembang biak. Selain itu efek dari peningkatan suhu bumi membuat kupu-kupu sulit menyesuaikan diri karena pada umumnya suhu optimum untuk kupu-kupu dapat bertahan hidup adalah 15-45 derajat celcius, tetapi di daerah sub tropis terdapat beberapa jenis kupu-kupu yang mampu bertahan hidup di suhu yang ekstrim dingin dengan cara hibernasi selama musim salju/ musim dingin.

Kelangkaan dan kepunahan kupu-kupu dapat dicegah dengan upaya konservasi dan pemanfaatan kupu-kupu secara terbatas kecuali untuk jenis kupu-kupu yang sudah masuk kategori langka dan terancam punah sebaiknya tidak dilakukan pemanfaatan. Konservasi yang biasa dilakukan adalah dengan menyediakan taman kupu-kupu. Ada banyak sekali taman kupu-kupu baik di dunia maupun di Indonesia, dua taman kupu-kupu yang terbesar di dunia ada di Dubai Butterfly Garden dan Phuket Butterfly Garden & Insect World. Indonesia memiliki 6 taman kupu-kupu yaitu Taman Kupu-kupu Gita Persada Bandar Lampung,Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu TMII,Taman Kupu-kupu Cilember,Taman Kupu-kupu Cihanjung dan Taman Kupu-kupu Kemenuh.

Comments are closed.