Kinerja & Daya Saing Kehutanan Indonesia

Kinerja Dan Daya Saing Kehutanan Indonesia

Bahan Diskusi di Fakultas Kehutanan UGM

Oleh: Dudung Darusman

Pendahuluan

Bangsa Indonesia akhir-akhir ini sering mengeluh dan khawatir terhadap seringnya kalah dalam persaingan ekonomi dan politik dengan bangsa-bangsa lain. Kekhawatiran terhadap Malaysia soal perbatasan, soal persawitan dan soal kebakaran lahan, serta kekhawatiran terhadap RRC soal perdagangan dan industri, adalah sedikit contoh dari persoalan nyata dalam persaingan dengan pihak dan bangsa lain. Demikian pula di bidang kehutanan, industri kayu lapis tahun 1994 sudah mulai digoyahkan Malaysia, sutra alam dan gondorukem oleh RRC, lak oleh India, dan lain-lain. Apakah gejala kekalahan persaingan itu karena para pesaing berusaha menyerang kita? Bukan, tapi lebih karena Indonesia statis, terlena, lengah dan lemah. Dalam arena hukum pasar, yang statis, terlena, lengah dan lemah akan tersisih dengan sendirinya, karena ia tidak dipilih oleh pasar, dan bukan karena didzalimi atau diserang para pesaing.

Apakah gejala kekalahan itu karena kita lebih berbudaya dan berpolitik persahabatan (sinergistik) sedangkan mereka berbudaya dan berbudaya perebutan (kompetitif)? Bukan juga, tapi lebih karena Indonesia justru tidak jelas budayanya, terhanyut oleh zaman. Walhasil semua kekalahan itu adalah kesalahan kita sendiri, yang lengah dalam membangun kekuatan manusianya sendiri, sejak dulu sampai sekarang.

Materi lengkapnya dapat didownload di bawah:

Kinerja Dan Daya Saing Kehutanan Indonesia

Kinerja dan Daya Saing Indonesia

Peranan ilmuwan

Leave a Reply

COMMENTS