Community Led Conservation in Indonesia

Diskusi Nusantara ke-56

Sabtu, 3 Maret 2012

Community Led Conservation in Indonesia

Dalam Serial diskusi Nusantara ke-56 menghadirkan pembicara Vanessa Reid yang berasal dari organisasai Indigenous peoples’ and Community Conserved Areas and Territories (ICCAs).  Organisasi ini berada di Inggris. ICCAs adalah organisasi dimana masyarakat lokal, komunitas lokal, NGO saling berasosiasi dalam satu misi konservasi dengan melibatkan masyarakat adat dan masyarakat lokal sebagai subjek utama. ICCAs berperan dalam memfasilitasi agar masyarakat lokal dan masyarakat adat diakui keberadaan baik ditingkan nasional hingga international.  ICCAs turut berperan dalam mengembangkan kapasitas masyarakat sesuai dengan karakteristik masyarakat tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan ICCAs ini adalah dalam rangka menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat sehingga eksistensi masyarakat diakui yang pada akhirnya memudahkan mereka dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka. ICCAs berpendapat bahwa masyarakat secara legal memiliki hak dalam mengatur, mempertahankan, dan mengelola tanah tempat masyarakat lokal tinggal.

ICCAs berpandangan bahwa konservasi pada umumnya dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada sumberdaya alam, sehingga hal ini menimbulkan masalah di lapangan saat konservasi meniadakan masyarakat.  Masyarakat dianggap sebagai pengganggu dari kegiatan konservasi.  Pernyataan tersebut tidak terlepas dari hasil riset ICCAs di beberapa negara di India, Philipina, Nepal dan beberapa negara di benua Afrika. Misalnya di India program konservasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan upaya konservasi harimau.  Pada lokasi yang sama, masyarakat adat akhirnya dikeluarkan dari lokasi yang merupakan ruang penghidupan mereka.  Pemerintah lupa mempersipakan masyarakat dalam ruang penghidupan yang baru.

ICCAs hadir tidak hanya terfokus pada konservasi yang hanya melindungi sumberdaya alamnya tetapi juga sumberdaya manusianya. Salah satunya dengan melibatkan masyarakat dalam program konservasi. Konservasi dipandang perlu melibatkan masyarakat lokal. Masyarakat lokal yang memiliki pengetahuan lokal, mengetahui lebih baik kondisi dan potensi area tempat mereka tinggal. Selayaknya masyarakat lokal yang menjadi sumber informasi untuk melakukan konservasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk melibatkan masyarakat karena masyarakat lokal yang berada di daerah konservasi memiliki hak sebagai subjek dalam kegiatan konservasi.

ICCAs di Indonesia belum berjalan, namun masih dalam proses untuk merancang program dengan melihat potensi-potensi yang ada di indonesia. ICCAs saat ini masih menghimpun informasi terkait dengan masyarakat lokal dan masyarakat adat.  Diskusi dalam serial SDN-56 ini merupakan salah satu ruang yang digunakan dalam menghimpun informasi tersebut terkait pengakuan negara terhadap keberadaan masyarakat adat serta  pada lokasi-lokasi di mana saja masyarakat adat atau masyarakat lokal butuh untuk difasilitasi/dikuatkan.

Dalam diskusi terkait masyarakat adat dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya di Indonesia terlihat bahwa secara legal keberadaan masyarakat adat diakui, namun dalam prakteknya keberpihakan akan ruang penghidupan masyarakat adat masih belum terlimplementasi secara nyata. Misalnya masih banyak ditemukan konflik antara masyarakat adat dengan pengelola taman nasional, dimana ruang-ruang penghidupan mereka tidak terakomodir.  Contoh lain adalah pemerintah memberikan ruang bagi masyarakat dalam mengakses lahan negara untuk kegiatan pengelolaan hutan seperti Hutan Kemasyarakatan, namun masyarakat sangat dipersulit terkait proses panjang birokrasi. Beberapa informasi lain dari peserta diskusi terkait Masyarakat Samin yang sedang memperjuangkan hak-hak mereka di daerah Blora juga turut dikemukkan.  Selain itu konflik antara masyarakat adat di Taman Nasional Manusela, terkait perluasan areal TN mulai mengokupasi areal penghidupan masyarakat.

 

One Response so far.

  1. Harrys Karya T Hutapea says:

    Banyak persoalan disekitar area HPH atau HTI atau Perkebunan yang timbul berbentuk konflik karena adanya kensenjangan sosial, konflik ini saling ditunggangin adanya kepentingan kelompok atau perorangan…harus ada solusi yang fair dan terbuka

Leave a Reply

COMMENTS