Reposisi Sosialisme Terhadap Ruang Lingkup  Kehidupan Kontemporer -Serial Diskusi Nusantara 10

oleh: Wira Ary Ardana

Menurut saya pengertian sosialis sendiri dapat didefinisikan berdasarkan orientasi dan karakteristik soisologis yang di adaptasikan dengan kondisi kekinian dan disesuaikan dengan tingkah laku komunitas pada saat itu juga. Dalam pengertian yang lebih luas, sosialisme sering digunakan untuk menggambarkan secara lepas teori-teori ekonomi dari mulai teori yang mengatakan bahwa hanya hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan sumber daya alam yang harus dikuasai negara, Sampai dengan teori yang menyebutkan bahwa negara harus bertanggungjawab kepada semua permasalahan ekonomi.

Gustav LeBon dalam bukunya The Psychology of Socialism (1899) menyebutkan bahwa sebuah evolusi (perubahan) yang terjadi dalam suatu masyarakat haruslah ditinjau dari 3 sisi: faktor politik, faktor ekonomi dan faktor psikologi. Karena itu, dalam melihat sosialisme, Menurut Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, sosialisme mempunyai arti-arti sebagai berikut: (i) semua teori-teori ekonomi dan politik yang membela kepemilikan (ownership) kolektif atau kepemilikan pemerintah, dan pengaturan dari alat-alat produksi dan distribusi barang; (ii) [a] sebuah sistim masyarakat atau kehidupan berkelompok yang di dalamnya tidak ada kepemilikan (property) pribadi, [b]sebuah sistim atau kondisi masyarakat yang di dalamnya alat-alat produksi dikuasai dan dikontrol oleh negara; (iii)sebuah fase masyarakat yang di dalam teori transisi Marxist berada di antara kapitalisme dan komunisme, dan yang dicirikan oleh distribusi barang yang tidak merata dan pengupahan berdasarkan jumlah kerja yang dilakukan.

Sedangkan menyebutkan bahwa sosialisme adalah sebuah istilah umum untuk teori politik dan ekonomi yang membela sebuah system kepemilikan bersama atau pemerintah, dan manajemen alat-alat produksi dan distribusi barang. Karena sifat kolektif ini, sosialisme biasanya dipertentangkan dengan doktrin pendewaan (sanctity) kepemilikan pribadi yang merupakan ciri utama dari kapitalisme. Kalau kapitalisme sangat menekankan kompetisi dan profit, maka sosialis memenganjurkan kerjasama dan pelayanan sosial.

Konsep dasar sosialis

Sosialisme muncul di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 sebagai reaksi dari perubahan ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri. Revolusi industri ini memang memberikan keberkahan buat para pemilik pabrik pada saat itu, tetapi dilain pihak para pekerja justru malah semakin miskin. Semakin menyebar ide sistim industri kapitalis ini, maka reaksi dalam bentuk pemikiran-pemikiran sosialis pun semakin meningkat. Meskipun banyak pemikir sebelumnya yang juga menyampaikan ide-ide yang serupa dengan sosialisme, pemikir pertama yang mungkin dapat dijuluki sosialis adalah François Noël Babeuf yang pemikiran-pemikirannya muncul selama revolusi Prancis. Dia sangat memperjuangkan doktrin pertarungan kelas antara kaum modal dan buruh yang di kemudian hari diperjuangkan dengan lebih keras oleh Marxisme.

Para pemikir sosialis setelah Babeuf ini kemudian ternyata lebih moderat dan mereka biasanya dijuluki kaum “utopian socialists”, seperti de Saint-Simon, Charles Fourier, dan Robert Owen. Mereka lebih moderat dalam artian tidak terlalu mengedepan pertentangan kelas dan perjuangan kekerasan tetapi mengedepankan kerjasama daripada kompetisi. Saint-Simon berpendapat bahwa negara yang harus mengatur produksi dan distribusi, sedangkan Fourier dan Owen lebih mempercayai bahwa yang harus berperan besar adalah komunitas kolektif kecil. Karena itu kemudian muncul perkampungan komunitas (communistic settlements) yang didirikan berdasarkan konsep yang terakhir ini di beberapa tempat di Eropa dan Amerika Serikat, seperti New Harmony (Indiana) dan BrookFarm(Massachussets)

Jenis-jenis sosialis

Secara umum, sosialisme terbagi dua, di satu sisi adalah mereka yang berpendapat tentang pentingnya perjuangan kelas dan keharusan melakukan revolusi (revolusionis), dan di sisi lain adalah mereka yang berfaham bahwa cita-cita sosialisme ini hendaklah diwujudkan melalui cara-cara yang lebih gradual (evolusionis) dan tanpa kekerasan. Revolusionis diwakili oleh Marxism. Di dalam karya-karyanya, Marx menyerang kaum sosialis ebagai para pemimpi utopia teoritis yang mengabaikan pentingnya perjuangan revolusi untuk mengimplementasikan doktrin-doktrinnya. Pada tahun 1848, Marx dan Engels menulis Communist Manifesto yang di dalamnya mereka menuliskan prinsip-prinsip yang disebut Marx sebagai scientific socialism. Di sini Marx mengajukan kemestian adanya konflik revolusioner antara modal dan buruh. Sejalan dengan marxisme, beberapa jenis sosialisme lainnya yang lebih memili jalan perjuangan gradualis juga bermunculan,

Pergerakan yang ditimbulkan akibat dari pemahaman sosialis (domestik and non domestik)

Di dalam negeri adanya pemberontakan-pemberontakan yang menentang para kaum bangsawan dan pihak kapitalis di indonesia dapat terlihat dari pemberontakan Revolusi Sosial yang ada di Kesultanan Asahan Sumatera Utara yaitu kaum buruh merasa bahwa kaum bangsawan yang pada waktu itu adalah keluarga kesultanan dibantai oleh para masyarakatnya sendiri, ini dikarenakan pada saat itu terjadi pergerakan anti kaum bangsawan yang dinilai tidak membuat pemerataan ekonomi secara menyeluruh.

Di luar negeri yaitu di akhir abad 19, kaum revolusionis berada di atas angin dikarenakan kondisi perburuhan semakin baik dan tidak terlihatnya tanda-tanda bahwa kapitalisme akan mati. Puncaknya mungkin adalah di Rusia ketika Partai Sosial Demokratis Buruh Rusia pecah dalam Bolshevisme (revolusionis) dan Menshevisme (gradualis). Para pendukung bolshevisme inilah yang kemudian mengambil alih kekuasaan melalui Revolusi Rusia di tahun1917 dan mereka kemudian membentuk Partai Komunis Uni Sovyet.

Sosialis dan korelasinya

1. Substansi nilai-nilai sosialis dan nilai-nilai agama

Tidak dapat dipungkiri, ada beberapa konsep agama secara esensial yang memiliki kemiripan dengan konsep ajaran baik agama ataupun ideologi lain. Ajaran saling kasih sayang antarsesama manusia jelas bukan monopoli satu agama tertentu saja. Larangan penumpukan kapital oleh individu atau swasta mungkin berbanding lurus dengan konsep inti ajaran ideologi sosialis. Hanya saja, persamaan perkara cabang seperti ini tidak secara otomatis membuat kedua ideologi ini identik. Masing-masing ideologi memiliki perbedaan fundamental. Ajaran agama berasal dari tuhan sementara ajaran sosialisme murni dari hasil karya cipta manusia.

Strong>1. Substansi pemahaman nilai sosialis terhadap kondisi mahluk hidup dan lingkungan

Sosialisme merupakan tanggapan terhadap revolusi industri dan terhadap kondisi-kondisi yang diciptakan pada revolusi industri itu. Revolusi Industri menimbulkan berbagai masalah sosial dan masyarakat. Terjadi eksploitasi manusia atas manusia demi keuntungan dan kemajuan perusahaan, upah kerja manusia ditekan serendah-rendah-nya, tenaga kerja wanita dan anak-anak disalahgunakan sebagai buruh murah dan kasar, jam kerja yang di luar batas dan keadaan pabrik sangat membahayakan dan mengganggu kesehatan. Keprihatinan terhadap kondisi-kondisi inilah yang menyebabkan munculnya pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan sosialis terhadap ruang lingkup kehidupan kontemporer.

Kaum sosialis percaya bahwa pemilikan pribadi atas sarana produksi menghalangi kemajuan manusia dan keadilan. Hal ini harus diatasi dengan mengubah sistem kepemilikan bersama. Menurut Green, di dalam diri manusia pada hakekatnya terdapat dorongan-dorongan sosial, dan bahwa seharusnya ada hubungan timbal balik antara individu dan komunitasnya. Suatu masyarakat liberal, menurut Green, mengakui adanya dorongan-dorongan sosial tersebut dan seharusnya menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan realisasinya.

“Zaman terus bergerak. Alam raya senantiasa berkembang. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk diam dan menanti perubahan terjadi dengan sendirinya di depan mata. Adalah keharusan bagi kita untuk bisa mengendalikan sejarah kalau tidak ingin dikendalikan olehnya dan hanya menjadi timbunan sejarah. Namun, gerak sejarah kadang harus dihentikan sementara untuk dikendalikan pada alur yang kita kehendaki. Meskipun manusia punya kuasa atas kendali sejarah, ia tidak bisa merajut seenak jidatnya sendiri. Dalam mengemudikan sejarah, kita harus sadar dan rendah hati bahwa akan selalu muncul tangan-tangan tak tampak (invisible hand) yang sering mengaburkan kendali kita atasnya.”

“Apabila seorang anak muda tidak tertarik dengan sosialisme, maka berarti ia kurang pergaulan dan kurang wawasan. Tetapi apabila ketika menjadi tua, ia masih saja mengagumi sosialisme, berarti pemikirannya tidak berkemban dan variatif”

Wira Ary Ardana

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *